Today

2 Mahasiswa Polindra Hilang di Sungai Cimanuk, Keluarga Emosi

Asmawi Day

ayah korban lana wiratno yang tenggelam di sungai cimanuk
Ayah Korban tenggelam, Sukarto, menanyakan nasib anaknya, Muhamad Lana Wiratno, yang hilang di Sungai Cimanuk usai kegiatan rafting, Sabtu (8/11/2025). (Foto: Indramayu Update).

Indramayu, Ciayumajakuning.com – Suasana duka menyelimuti kawasan Bendungan Karet Bangkir, Kecamatan Lohbener, Kabupaten Indramayu, setelah insiden tenggelamnya mahasiswa Politeknik Negeri Indramayu (Polindra) dalam kegiatan rafting di Sungai Cimanuk pada Sabtu (8/11/2025) siang.

Salah satu korban hilang, Muhammad Lana Wiratno, kini menjadi pusat perhatian keluarga dan tim penyelamat yang masih terus melakukan pencarian.

Ayah korban, Sukarto (57), bersama beberapa anggota keluarga, langsung berangkat ke lokasi setelah mendengar kabar duka tersebut. Mereka datang untuk menyaksikan secara langsung upaya pencarian yang dilakukan oleh tim SAR gabungan.

“Kami hanya ingin anak kami segera ditemukan,” ucap Sukarto dengan wajah penuh kecemasan di lokasi kejadian. Ia tak kuasa menahan emosi saat berbicara dengan panitia kegiatan yang dianggap lalai hingga insiden ini terjadi.

Sukarto menuturkan, keluarga sama sekali tidak mengetahui adanya kegiatan rafting yang diikuti oleh anaknya itu. Menurutnya, Lana baru saja pulang dari kegiatan di Kuningan pada Jumat (7/11/2025) malam. Namun, pada keesokan harinya, pemuda tersebut sudah tidak berada di rumah.

“Dia bilang ke ibunya mau pulang sore, ternyata malah ikut rafting. Kami tidak diberi tahu apa pun,” ungkapnya.

Kabar bahwa Lana hilang di sungai membuat Sukarto terkejut. Ia baru mengetahuinya setelah tetangga memberi tahu bahwa anaknya termasuk dalam rombongan mahasiswa yang mengalami kecelakaan air.

Kegiatan rafting itu diketahui diikuti oleh tujuh mahasiswa Mapala Polindra. Mereka memulai perjalanan dari Desa Legok, Kecamatan Lohbener. Saat melintasi Bendungan Karet Bangkir, perahu karet yang mereka tumpangi terseret arus deras dan terjebak pusaran air. Lima mahasiswa terlempar ke sungai, sementara dua lainnya masih berada di atas perahu.

Beruntung, lima mahasiswa berhasil diselamatkan oleh tim penyelamat dan warga sekitar. Mereka adalah Gelar, Heliyah, Nonik, Mus Ali, dan Fatir. Namun, dua mahasiswa lainnya, yakni Agung dan Muhammad Lana Wiratno, hingga kini masih belum ditemukan.

Sementara itu, pantauan di lokasi menunjukkan banyak warga berdatangan untuk menyaksikan proses pencarian. Salah satunya Panji (50), warga Desa Sindang, yang mengaku datang karena ingin mengetahui secara langsung upaya penyelamatan.

“Saya tahu dari media sosial, lalu langsung datang ke sini. Ternyata sudah ramai sekali warga yang ingin melihat,” katanya.

Hingga malam hari, kawasan sekitar Bendungan Karet masih dipadati warga yang menanti kabar terbaru. Tim SAR gabungan tampak tetap siaga dan terus menyusun strategi untuk memperluas area pencarian kedua korban yang masih hilang.

Related Post

Tinggalkan komentar