Today

Wisuda Ke-XVII STAI Sayid Sabiq Indramayu, Luluskan 62 Sarjana Siap Hadapi Era Digital

Boni Tabroni

wisuda sayid sabiq

Indramayu, Ciayumajakuning.com – Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Sayid Sabiq Indramayu menggelar Sidang Senat Terbuka Wisuda Sarjana Ke-XVII Tahun Akademik 2025/2026 pada Sabtu (17/01/2026) kemarin.

Kegiatan yang berlangsung di Ballroom Hotel Swiss-Belinn Indramayu tersebut menjadi momentum strategis bagi institusi pendidikan tinggi Islam dalam meneguhkan komitmennya menjawab tantangan perubahan sosial dan perkembangan teknologi digital.

Pada wisuda kali ini, STAI Sayid Sabiq Indramayu secara resmi meluluskan 62 mahasiswa dari dua program studi, yakni Pendidikan Agama Islam (PAI) dan Perbankan Syariah (PSy). Para lulusan diharapkan mampu mengimplementasikan keilmuan yang diperoleh selama perkuliahan dalam kehidupan bermasyarakat secara nyata dan berkelanjutan.

Ketua STAI Sayid Sabiq Indramayu, Dr. H. Didin Kurniadin, M.Pd., M.Si., dalam sambutannya menegaskan bahwa capaian akademik berupa gelar sarjana bukanlah tujuan akhir, melainkan amanah intelektual dan moral yang harus diwujudkan melalui kontribusi positif di tengah masyarakat. Menurutnya, kompetensi akademik perlu diimbangi dengan kepedulian sosial agar lulusan benar-benar memberi manfaat bagi pembangunan bangsa.

Ia juga menyoroti tantangan era disrupsi digital yang menuntut lulusan perguruan tinggi memiliki karakter kuat, integritas, serta penguasaan soft skills strategis. Kemampuan berkomunikasi, bekerja sama, dan beradaptasi dinilai menjadi kunci utama untuk bertahan dan berkembang di tengah perubahan yang berlangsung cepat.

Sementara itu, orasi ilmiah disampaikan oleh Prof. Hj. Aan Khasanah, M.Ed., selaku Wakil Koordinator II KOPERTAIS Jawa Barat. Dalam paparannya, ia mengutip pemikiran sejarawan dunia Yuval Noah Harari yang menekankan bahwa perubahan sejarah berlangsung tanpa mengenal batas ruang dan waktu, sehingga kemampuan beradaptasi menjadi faktor penentu keberlangsungan manusia.

Prof. Aan juga mengangkat konsep growth mindset yang diperkenalkan pakar psikologi Carol Dweck, sebagai pola pikir yang mendorong individu untuk terus belajar dan mengembangkan potensi diri. Menurutnya, pola pikir tersebut sangat relevan bagi lulusan STAI Sayid Sabiq Indramayu agar tetap kompetitif dan relevan di tengah pesatnya kemajuan teknologi.

Lebih lanjut, ia menyinggung dampak automasi serta perkembangan kecerdasan buatan dan Internet of Things (AI/IoT) yang telah mengubah lanskap dunia kerja. Meski sebagian pekerjaan tergantikan oleh teknologi, peluang baru berbasis digital juga terbuka lebar. Oleh karena itu, lulusan perguruan tinggi didorong untuk terus melakukan upskilling dan reskilling agar mampu bersaing di era ekonomi digital.

Dalam konteks pendidikan tinggi, Prof. Aan mengutip gagasan Peter Senge tentang learning organization, yakni lembaga yang mampu bertahan adalah lembaga yang terus belajar, berinovasi, dan berani keluar dari zona nyaman. Pesan tersebut menjadi penguat bagi STAI Sayid Sabiq Indramayu untuk terus bertransformasi sesuai tuntutan zaman.

Pada prosesi wisuda, Rokhmat Firdaus, S.Pd., dari Program Studi Pendidikan Agama Islam ditetapkan sebagai lulusan terbaik. Selain meraih predikat cum laude, ia dikenal aktif dalam organisasi kemahasiswaan, kegiatan sosial pendidikan, serta memiliki sejumlah prestasi di bidang sastra.

Sebagai bentuk penghargaan atas dedikasi dan jasa, STAI Sayid Sabiq Indramayu juga menganugerahkan Anugerah Bakti Insani kepada almarhumah Dra. Hj. Nelly Maryani, M.Si., almarhumah Lilis Suryani, S.Pd., M.Si., serta Suhendro, S.Psi., M.Si. Penghargaan tersebut diberikan atas keteladanan dan kontribusi mereka dalam merintis serta mengembangkan STAI Sayid Sabiq Indramayu hingga berkembang seperti saat ini.

Related Post

Tinggalkan komentar