Indramayu, Ciayumajakuning.com – Kabupaten Indramayu kembali ‘memanas’ meski beberapa hari ini diguyur hujan. Hal ini dipicu oleh pernyataan staf khusus Bupati Indramayu, Lucky Hakim, yang bernama Salman, yang diduga mengucapkan ujaran bernuansa suku dan ras.
Pernyataan Salman kemudian ditanggapi oleh beragam elemen masyarakat yang tergabung dalam Gabungan Masyarakat LSM Ormas Bersatu. Mereka akan menggelar aksi unjuk rasa pada Senin (19/1/2025) besok.
Dalam surat pemberitahuan yang dilayangkan ke Polres Indramayu, aksi unjuk rasa ini dijadwalkan mulai pukul 10:00 WIB hingga selesai dan berawal di titik Sport Center dan akan melakukan long march menuju Pendopo Indramayu.
Koordinator Umum aksi, Asmawi, mengatakan pernyataan Salman dinilain melukai masyarakat Indramayu dan berpotensi merusak keharmonisan sosial yang ada di kota ini.
“Kami Koalisi LSM-Ormas menyoroti kalimat Salman yang mengatakan dirinya ‘berdarah Madura’ dan ‘hanya patuh kepada Bupati Indramayu Lucky Hakim’ dianggap multitafsir dan cenderung rasis,” ungkap pria yang akrab disapa Bang Day ini.
Karena itu, menurut Asmawi, salah satu tuntutan aksi unjuk ini adalah mendesak Bupati Indramayu untuk mencopot Salman dan memulangkannya ke daerah asalnya.
“Ini bukan ranah pribadi, kami hanya ingin menjaga kondusivitas daerah. Kami hanya ingin Indramayu tetap damai,” ungkapnya.
Menurut Asmawi, pihaknya telah menyiapkan aksi ini dengan matang. Terbukti ada empat koordinator lapangan, yakni Tomi Susanto, Andry Prayitna, Kris, dan Budi untuk mengatur aksi tersebut. Selain itu, mobil komando, bendera, pengeras suara, serta spanduk dalam mendukung jalannya aksi sudah disiapkan.
Asmawi juga meminta maaf kepada masyarakat umum yang terganggu akibat kegiatan long march menuju Pendopo Kabupaten Indramayu.










